USS Lyndon B. Johnson (DDG-1002)
Kapal perusak kelas Zumwalt ketiga dan terakhir yang dibangun untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Daya tembak kapal ini secara tradisional terkonsentrasi pada persenjataan rudal dan artileri, sementara sistem pertahanannya telah mengalami perombakan yang signifikan. Rangkaian pertahanan udara baru ini mencakup sistem laser dan rudal canggih, dilengkapi dengan kompleks anti-torpedo untuk perlindungan terhadap ancaman bawah air.
Informasi dasar
| Tipe | Perusak |
| Kelangkaan | Legendaris |
| Tingkat | III |
| Negara | USA |
| Tanggal | Desember 2025 |
| Cara mendapatkan |
Toko
| Status Player Dibutuhkan | Legendaris |
| Level Player Dibutuhkan | 18 |
| Harga beli | 400 Platinum |
| Kompensasi | 400 Platinum |
Karakteristik
| Tahun | 2018 |
| Berat | 14 565 ton |
| Panjang | 182.9 m |
| Lebar | 24.6 m |
USS Lyndon B. Johnson (DDG-1002) is the third and final Zumwalt-class destroyer of the United States Navy. Named after the former U.S. president, the ship is currently ongoing sea trials. In real life, the ship cannot fire its AGS cannon as the ammunition procurement was cancelled. The gun system is planned to be replaced by the Conventional Prompt Strike (CPS) hypersonic missile system in the future.